Gejolak Jiwa : Rindu dan Cinta Pertama kepada Allah Swt | Said Ramadhan Al-Buthy

Demi Maha Cinta

Gejolak jiwa yang terjadi dalam diri, saat mendengarkan lagu-lagu yang dinyanyikan dengan suara yang merdu, membangkitkan perasaan rindu. Dari manakah perasaan itu datang? Ke mana perasaan itu pergi? Dari manakah sumber gejolak jiwa ini?

Sumber gejolak itu adalah masa lalu ketika Allah Swt menyatakan,”Bukankah Aku ini adalah Rabb kalian?”(QS. Al-A’raf :172) kemudian, jiwa ini terus merindukan masa-masa itu. Hanya saja, tidak ada bahasa atau kata-kata yang bisa mengungkapkan perasaan rindu itu karena sedikitnya bahasa dan lemahnya kata-kata untuk mengungkapkan perasaan jiwa.

Jiwa/ nafs manusia, apapun bentuknya, akan cenderung kepada yang dicintai, yang diyakini paling indah tiada duanya, yaitu Allah Swt. Sebab hubungan atau penyandaran antara jiwa tersebut dan Allah ada serta akan terus ada, sebuah hubungan yang tak dapat dilukiskan dengan kata-kata atau dibayangkan dengan imajinasi. Semua bentuk keindahan yang tersebar di muka bumi ini menjadi nisbi sebab semuanya muncul setelah keindahan-Nya.

Faktor yang menghalang-halangi manusia dari perasaan luhur yang…

Lihat pos aslinya 342 kata lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s